Spalletti Ke Tiongkok Untuk Selesaikan Kesepakatan Dengan Pemilik Inter

Luciano Spalletti Inter Milan, Luciano Spalletti, Inter Milan, Liga Italia, Serie A

Luciano Spalletti Inter Milan

Luciano Spalletti mengatakan pada hari Selasa kemarin waktu setempat bahwa dirinya senang menjadi pelatih baru Inter Milan. Hal ini Ia ungkapkan saat dia bersiap terbang menuju China, untuk menyelesaikan kesepakatan dengan pemilik klubnya.

Inter berada di bawah kepemilikan China sejak Juni tahun lalu ketika peritel elektronik Suning Commerce Group Co Ltd membeli saham hampir 70 persen seharga 270 juta euro (235,3 juta dolar AS).

Spalletti musim lalu sempat memimpin AS Roma di tempat kedua kompetisi Serie A musim ini namun Ia akhirnya angkat kali pada pekan lalu setelah Ia memutuskan untuk tidak memperpanjang kontraknya.

Sejak saat itulah, ia menjadi buah bibir media dengan spekulasi bahwa dirinya akan mengambil alih posisi di Inter Milan menjadi pelatih utama setelah di musim sebelumnya Inter mengganti tiga orang pelatih dan terakhir mereka di asuh oleh pelatih sementara Stefano Vecchi.

Sebelumnya mereka kehilangan pelatih utama mereka yaitu Roberto Mancini, yang dipecat sebelum musim 2016-2017dimulai. Kemudian digantikan oleh pelatih dadakan yaitu Frank de Boer, seorang legenda Belanda yang mampu tampil apik mengasuh Ajax, namun sayangnya Ia tak mampu membawa keberhasilan di Italia dan membawa Inter menjauhi peringkat sepuluh besar.

De Boer akhirnya dipecat setelah 85 hari mengasuh Inter, dan digantikan oleh Stefano Pioli, mantan pelatih Lazio. Ia mampu memaksimalkan kekuatan yang ada pada pemain Inter namun mendekati akhir musim kompetisi Serie A, performa timnya menurun dan akhirnya dipecat lagi menyisakan dua pertandingan. Stefano Vecchi akhirnya menggantikan posisi pelatih Inter untuk sementara dan mengakhiri musim di peringkat ke tujuh.

Kini Inter telah membidik Spalletti dan saat sang pelatih bedada di bandara Milan ingin menuju Tiongkok, Ia sempat diwawancarai oleh wartawan dan mengungkapkan tentang perasaannya melatih Inter, “Itu semua dilakukan karena kita sudah berjabat tangan. Saya adalah salah orang dengan tipe kuno yang melakukan banyak hal dengan goyangan tangan. Dan saat ini saya senang menjadi pelatih baru Inter.”.

Namun sayangnya di pertemuan singkat itu Ia tak mengatakan tentang perasaannya saat akan mengadapi mantan klubnya, AS Roma, jika bertemu dikemudian hari dan tentunya tak hanya sekali saja.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *