Oleg Shatov, Kunci Kemenangan Rusia

Usai mengimbangi Inggris di pertandingan pertama, Rusia menginginkan kemenangan atas Slovakia. Oleg Shatov bisa menjadi salah satu kunci Rusia untuk dapat poin penuh. Perlawanan Rusia dengan Slovakia bakal dilangsungkan Rabu (15/6/2016) malam nanti, di Stade Pierre Mauroy, Lille.

Kedua tim sedang mengincar kesuksesan pertamanya di Piala Eropa, di laga pertama Rusia bermain imbang 1-1 dengan Inggris sedangkan Slovakia kalah 1-2 dari Wales.

Shatov merupakan sosok yang cukup menonjol di timnya. Itu dikarenakan keahlianya melakukan drible-drible yang lihai, suatu keistimewaan yang tidak dimiliki Rusia usai Andrey Arshavin pensiun dan Alan Dzagoev cedera.

Tidak hanya dribel dribel, Shatov juga mempunyai keahlian playmaking yang bagus. Saat dimana berlangsungnya laga melawan Inggris, Shatov menjadi pemain Rusia yang paling banyak membentuk key passes (2). Persentase operan yang berhasil dilakukan Shatov juga tinggi, mencapai 80%. Keahlian dribling Shatov ini harusnya dapat digunakan oleh pelatih Leonid Slutskiy saat melawan Slovakia.

Saat ditaklukkan Wales di pertandingan pertama Slovakia beberapa kali kebobolan dari penerobosan individu pemain lawan.

Poin kedua Wales yang dicetak Hal-Robson Kanu berasal dari penetrasi yang dilakukan Aaron Ramsey ke inti penjagaan Slovakia. Sementara proses gol pertama, yang terbuat dari tendangan bebasnya Gareth Bale, serta diawali melakukan pelanggaran akibat penetrasi dari tengah lapangan.

Apabila Shatov dikasih keleluasaan untuk berkreasi dengan operan serta dribelnya, Rusia akan bisa menghasilkan peluang. Dari keahliaan nya itu gol akan bisa diciptakan dan persentase kemenangan lebih mungkin diraih.

Di tingkatan klub, Shatov kini menjadi punggawa bernilai Zenit St. Petersburg, usai pindah dari Anzhi Makachkala di tahun 2013. Sebagai sosok gelandang, catatan golnya di Liga Premier Rusia cukup menggirangkan. Shatov berhasil mencipta 8 gol dari 27 pertandingan. Sebagai tambahan, dia juga menciptakan 6 assist.

Soal keahliaan melakukan dribel serta kecepatan saat melakukan penetrasi, Shatov sangat terlatih dikarenakan pada mula kariernya dia adalah pemain futsal. Pada usia 14 sampai 17 tahun dia beranjak sana sini dengan arena permainan dari lapangan sepakbola ke lapangan futsal.

Di usia saat itu Shatov telah mempunyai keahlian dalam bermain futsal dan mampu menerapkannya di lapangan sepakbola. Lapangan futsal yang jauh lebih kecil dari lapangan sepakbola memberikan pelajaran kepada Shatov bagaimana teknik menerobos pemain lawan dalam jarak yang sempit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *