Napoli Dengan Catatan Buruknya di Musim 2014/15

Kamis, 17 Agustus 2017 dini hari nanti akan menjadi pertaruhan besar bagi Napoli untuk kembali unjuk gigi dipentas Liga Champions. Sekarang ini, Napoli tengah bersiap menjamu Nice di Stadio San Paolo pada leg pertama babak play-off kualifikasi Liga Champions 2017/18.

Ambisi besar jelas ada pada Napoli yang ingin mempermanenkan satu tempat di Fase Grop Liga Champions. Dalam rentan waktu dua musim terakhir, Napoli memiliki kenangan pahit yang tidak mungkin terlupakan oleh mereka. Tercatat pada play-off Liga Champions 2014/15, Napoli gagal melaju ke fase grup. Mereka dikandaskan Athletic Bilbao dengan agregat 2-4.

Momen itulah yang tak ingin diulang oleh skuat Maurisio Sarri dimusim ini, Napoli menargetkan kemenangan tandang dan kandang saat berjumpa Nice. Ketika musim 2014/15, Napoli harus terlempar ke Liga Europa dan baiknya, Napoli melangkah sampai semifinal dan sampai akhirnya mereka harus sakit kembali karena gagal meraih kemenangan dua leg atas Dnipro Dnipropetrovsk dengan agregat 1-2.

“Tak jadi masuk ke Liga Champions jelas meyakitkan banyak pihak, meski kami mencapai semifinal sebuah kompetisi Eropa. Itu bukan kegagalan, tapi begitu mengecewakan. Kami akan mencurahkan segenap jiwa dan raga untuk musim ini. Kami berharap semua berjalan lancar dan saya yakin dengan skuat Napoli yang sekarang, kami akan melangkah mulus hingga fase grop.” demikian pernyataan Lorenzo Insigne selaku pemain andalan Napoli.

Jelang laga panas nanti, Napoli akan didukung lebih dari 55 ribu penonton di San Paolo. Keberuntungan mungkin saja berpihak kepada tuan rumah, pasalnya Nice datang tanpa dukungan dari suporter mereka yang sampai sekarang ini masih terkena sanksi UEFA.

“Menjadi sangat menyenangkan ketika stadion penuh dengan pendukung, saya mengetahui betul mereka sangat dekat dengan kami. Bermain dengan seragam Neapolitan adalah sebuah kebanggaan. Para suporter kami pantas mendapatkan kesempatan untuk merayakan sebuah prestasi penting.” tambah Insigne.

“Kami akan hilangkan pikiran ini laga kandang atau tandang, untuk leg pertama kami harus menang. Yang paling penting adalah kemenangan sampai babak ini berakhir.” Insigne mengakhiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *