Masa Paling Buruk Guardiola

Josep Guardiola sang manajer Manchester City secara resmi telah melangsungkan periode paling buruk dalam masa depannya sebagai seorang manajer. Menyusul dengan kekalahan City pada Piala Liga Inggris.

City digusur oleh rival satu kotanya yaitu Manchester United, setelah kalah engan skor akhir 0-1 di pertandingan babak 16 besar yang berlangsung pada hari Kamis (27/10/2016) dinihari WIB, di Old Trafford. Juan Mata menjadi penentu kemenangan MU dengan satu-satunya angka yang dicetaknya pada menit 54.

Hasil tersebut ikut menandakan kalau The Citizens tak berhasil menang pada 6 laga beruntun. Periode seperti ini baru untuk kali pertama dirasakan oleh Guardiola selama kariernya sebagai seorang pelatih.

Pada awal kariernya, Guardiola sempat alami periode di mana ia tak berhasil menangkan 5 laga berturut-turut. Waktu itu Guardiola masih memimpin Barcelona yang berlangsung antara bulan Februari dan Maret 2009. Sekarang periode tersebut berlangsung lebih buruk untuk pria Catalan itu.

Pada 6 laga tersebut, City catatkan 3 hasil negatif dan 3 imbang. Sebelumnya hasil negatif tersebut dialami dari Tottenham Hotspur dengan skor 0-2 dan Barcelona dengan skor 0-4. Sementara hasil imbang diraih oleh City saat melawan Celtic 3-3, Everton 1-1 dan Southampton dengan skor yang serupa.

“Saya lakukan semuanya sama seperti saat kami menangkan 10 laga secara berturut-turut, langkah buruk ini dapat dirasakan oleh siapapun,” ucap Guardiola. “Semua orang berpikir saya memiliki tongkat sihir, namun hal tersebut tak ada pada sepakbola.”

“Tiap tim hebat mempunyai hasil oke dan hasil tak baik. Saya harap ini tak kembali berlangsung namun ini merupakan bagian dari uasaha saya dan saya tak akan merubah apapun.”

City berkesempatan akhiri periode tanpa menang ini ketika berkunjung ke kandang West Bromwich di laga lanjutan Premier League pada hari Sabtu (29/10).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *