Hancurnya Impian Ranieri

Claudio Ranieri merasa amat kecewa dengan dirinya yang dipecat. Sedangkan Ranieri miliki banyak hal yang berharap bisa ia raih lagi bersama The Foxes.

Ranieri perlu kehilangan pekerjaan usai Leicester keluarkan dirinya menyusul hasil tak oke yang diraih tim pada musim ini. Sedangkan Ranieri berhasil mengantarkan Leicester menjadi juara di Liga Inggris musim kemarin.

Namun di musim ini semuanya berubah tajam di mana Leicester malah kerepotan dan terperosot di papan bawah, urutan 17 dengan jarak 1 poin dari zona penurunan level.

“Kemarin mimpi saya berantakan. Usai euforia musim kemarin dan jadi juara di ajang Premier League, saya bermimpi untuk tetap bertahan bersama Leicester City, klub yang terus saya sukai,” ucap Ranieri.

“Namun sungguh disayangkan tak terwujud,” lanjutnya.

Sedari 1,5 tahun memimpin Leicester, Ranieri miliki 44,44 % rasio hasil positif. Lewat total 80 kali lebih performa, paling tidak ada sejumlah pertandingan di Serie A yang ia lewati.

“Saya ingin ucapkan terima kasih pada istri saya Rosanna dan semua keluarga atas dorongan yang mereka berikan tanpa henti sedari saya pimpin Leicester.”

“Terima kasih saya pada para staf, Paolo dan Andrea yang terus temani saya selama perjalanan yang fantastis ini. Dan tentu saja untuk Steve Kutner (Agen) dan Franco Granello yang miliki beberapa hal hebat lainnya.”

“Tentu saja saya ucapkan terima kasih yang amat besar pada Leicester City Football Club. Langkah ini amat luar biasa dan saya bakal ingat selalu. Terima kasih pada semua jurnalis dan media yang hadir bersama kami dan juga menikmati sejarah luar biasa dalam dunia sepakbola.

“Terima kasih yang amat besar untuk semua yang ada di klub, para pemain, para staff, semua orang yang berada di sana dan menjadi bagian dari tim kami. Namun yang paling penting ialah para pendukung, Anda terus mendorong dan cintai saya sedari hari pertama di tempat ini. Saya pun cinta dengan Anda,” kata Ranieri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *